CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

pencarian artikel

”made

Kamis, 28 Maret 2013

my Esai



Coretan tinta kecurangan mahasiswa

Dalam dunia pendidikan tingkat universitas, banyak hal yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengisi aktivitas mereka dalam dunia pendidikan. Ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif dalam melakukan kegiatan tersebut. Bukannya para mahasiswa belum mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, tapi mereka cenderung bersifat kekanak-kanakan dalam bertindak, dan mereka tidak memikirkan dulu sebelum bertindak, padahal mereka sudah tidak dikatakan anak-anak lagi, tapi mereka sudah dewasa dan sudah bisa menentukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.
Namun kenyataan yang terjadi banyak  mahasiswa yang melakukan kegiatan negatif, sangat ironis memang, yang seharusnya masuk universitas untuk menuntut ilmu malah kebanyakan dari mahasiswa yang berpikiran kalau kuliah hanya menginginkan ijazah untuk melamar suatu pekerjaan atau untuk mencari jodoh supaya bisa mendapatkan suami atau istri yang berpendidikan tinggi, dan ilmu sama sekali tidak ada dibenak mereka alias ilmu itu tidak penting untuk dipelajari, dan juga banyak mahasiswa dalam pembelajaran mereka beranggapan yang penting datang, duduk, mendengarkan perkuliahan dan mengisi presensi. Mereka sama sekali tidak memperhatikan materi yang diberikan oleh dosen, karena dari awal mereka masuk kuliah hanya untuk mencari ijazah, bukan ilmu. Dan jika mereka mendapat tugas dari dosen  mereka memilih jalan pintas untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut, yaitu dengan cara plagiat dari media-media atau mereka memanfaatkan teman yang pintar untuk mengerjakan tugas mereka. Dan pada waktu ulangan mereka juga memanfaatkan tempat duduk, pengawas, handphone. Mengapa handphone juga dimanfaatkan? Karena jika mahasiswa yang memakai handphone bisa saja mereka mengirimkan sms kepada temannya yang sedang tidak ada ulangan untuk mencarikan jawaban dari soal ulangan mereka, dan bisa jadi kalau handphone tersebut mempunyai kegunaan yang lebih, misal dalam handphone tersebut bisa buat browsing ataupun terdapat kamus dalam handphone tersebut. Maka mahasiswa tersebut akan mencari jawaban dari ulangan mereka lewat handphone. Sudah jelas jika jawaban mereka bukan asli dari pemikiran mereka. Dan jika kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa secara terus menerus dan turun temurun maka Indonesia tidak akan menjadi Negara yang maju, dan Indonesia akan terjajah oleh Negara lain yang memiliki kemampuan lebih cerdas untuk menguasai Indonesia. Masyarakat Indonesia akan  menjadi bawahan oleh Negara lain karena kebodohan mereka dan Indonesia tidak akan menghasilkan calon penerus bangsa yang terdidik dan mempunyai karakter yang berkualitas.
Sebenarnya plagiat atau mencontek itu didasari oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      karena mereka menginginkan nilai baik, mereka melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai baik, termasuk plagiat atau mencontek.
2.      Mahasiswa yang malas belajar, dia mengandalkan tempat duduk, pengawas, dan temannya yang pintar.
3.      mahasiswa yang sudah belajar, tapi mereka tidak percaya diri dengan jawaban mereka dan mengambil jalan pintas yaitu mencontek.

jika mencontek terus saja dilakukan oleh mahasiswa, maka mereka akan terkena efek akibat kelakuan mereka, yaitu pada saat skripsi mereka pasti kebingungan untuk membuatnya, karena dari awal mereka tidak memperhatikan apa yang diajarkan oleh dosen, dan jalan pintas untuk menyelesaikan skripsi yaitu dengan menyuruh seseorang yang dianggap mampu untuk membuat skripsi, dan memberi upah bagi si pembuat skripsi. Pertanyaannya, dengan cara menyuruh seseorang untuk membuat skripsi apakah bisa meloloskan mahasiswa tersebut dari ujian skripsi?
Dari ujian skripsi mereka akan ketahuan mana skripsi yang membuat sendiri dan mana skripsi hasil karya orang. Dari ujian skripsi lah semua kelicikan mahasiswa yang skripsinya dibuatkan oleh orang lain terbongkar. Kita tidak tahu jika mahasiswa yang skripsinya dibuatkan oleh orang lain dan pada saat ujian skripsi mereka bisa lolos dari ujian skripsi dan bisa langsung diwisuda, kita tidak tahu apakah ada sesuatu dibalik kelolosannnya tersebut, karena untuk ujian skripsi mereka rela melakukan apapun supaya bisa lulus dan mendapat nilai baik dari ujian skripsi. Dan keluar dengan membawa selembar ijazah. Lalu jika sudah lulus apakah mahasiswa seperti itu bisa langsung mendapatkan pekerjaan, jika pada waktu kuliah saja perlakuannya sudah plagiat, apalagi dalam dunia kerja nantinya. Otomatis banyak perusahaan atau lowongan pekerjaan yang  tidak bisa menampung calon pekerja seperti itu. Kebingungan akan terjadi pada saat mereka memasuki dunia kerja, karena perubahan lingkungan, yang dulu hidupnya hanya santai-santai, sekarang lingkungan telah berubah dan itu membuat mahasiswa tersebut bingung bagaimana  untuk menjalani lingkungan yang baru tersebut.
Mencontek merupakan hal yang sangat tidak bermoral yang tidak sepantasnya untuk dilakukan oleh mahasiswa, meskipun para mahasiswa sudah mengetahui hal tersebut malah kian marak dikalangan mahasiswa. Dalam ajaran islam mencontek itu sama dengan mencuri, padahal sudah diajarkan di sekolah ataupun luar sekolah, kalau mencuri itu hukumnya haram, karena bisa merugikan salah satu pihak, dan mengakibatkan ketidakadilan mahasisiwa yang telah susah payah belajar untuk bisa menjawab soal dengan baik dan benar. Sebaiknya perilaku seperti itu perlu ditindak lanjuti oleh pihak universitas, supaya dalam dunia pendidikan itu bersih dari kata plagiat dan Indonesia menghasilkan para pendidik yang jujur dan berkualitas untuk meneruskan cita-cita bangsa, dan bisa membimbing anak cucu untuk kedepannya. Indonesia sekarang  membutuhkan penerus bangsa yang jujur dan bertanggung jawab, karena Indonesia sekarang ini penuh dengan coretan-coretan plagiat, seperti maraknya korupsi, penggelapan uang Negara, suap menyuap, dan masih banyak lagi.maka dari itu mulai sekarang dibiasakan untuk mengerjakan sesuatu tanpa plagiat, dan terapkanlah untuk mengerjakan sesuatu dengan jujur, agar Indonesia menjadi Negara yang jujur, bebas dari kata korupsi dan plagiat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar